Kisah Penyiksaan Tiga Remaja Palestina Di Penjara Israel

Kisah Penyiksaan Tiga Remaja Palestina Di Penjara Israel

Komite Perlindungan Tahanan Palestina mendokumentasikan kesaksian tiga remaja Palestina yang baru saja menghabiskan tiga tahun masa tahanan di balik penjara Megiddo Israel.
 
Ketiganya merincikan penganiayaan dan pelecehan yang dilakukan militer Israel dari masa penangkapan, interogasi sampai dijebloskan ke dalam penjara Israel.
 
Berdasarkan kesaksian salah satu tahanan Daud Abdullah (16 tahun) yang dipublish oleh Komite Perlindungan Tahanan Palestina, ia menyebutkan dirinya dipukul membabi buta ketika proses penangkapannya berlangsung di permukiman Ilegal Israel Elon Moreh. Daud dipukuli oleh beberapa tentara Israel, ditendang dan diseret diatas tanah berbatu yang membuatnya luka-luka dan memar.
 
Hal yang sama juga dialami Laits Mahdawi (17 tahun). Ia ditangkap di rumahnya, distrik Syuwaikah, Tulkarm. Salah satu anggota militer Israel menyerang dan memukulinya di bagian punggung, kedua tangan diikat dan mata di tutup saat diseret kepos interogasi Jalamah. Di sana ia bertahan selama dua minggu hingga kemudian dibawakan ke penjara Megiddo.
 
Tahanan ke tiga, Murad Syarai’ah (17 tahun)dari kamp Balata, Neblus.Ia mengakui juga ditangkap pada pertengahan malam dari rumahnya.Empat prajurit Israel menyerang dan memukulinya bersama-sama.
 
Baru-baru ini, kepolisian Israel baru saja mengajukan Undang-Undang baru kepada Knesset (Parlemen Israel). Jika disetujui, pihak keamanan Israel berhak melakukan pemeriksaan telanjang kepada setiap warga yang tertangkap, meski tidak ada kecurigaan bahwa ia sedang menyimpan barang berbahaya dibalik pakaiannya.
 
Pada musim dingin seperti saat ini, para tahanan di pos pemeriksaan juga mengalami penderitaan lebih. Polisi Israel tidak menyediakan pakaian dan selimut hangat bagi para tawanan yang terkadang hanya memakai pakaian tidur.
 
Aksi penangkapan dan penganiayaan terhadap warga Palestina ini terjadi setiap hari, khususnya di Tepi Barat. Sayangnya kejahatan tersebut dilakukan atas pengetahuan dunia internasional, namun mereka hanya berdiam diri.
Source : SPNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Kantor Syam Organizer di Kota Anda :

Medan | Batam | Pekanbaru | 

Jabodetabek | Banten |

Bandung | Cilacap | Banyumas |

Magelang | Semarang |

 Yogyakarta | Solo | Kudus |

Pacitan | Maluku | Berau |

 Poso | Palu | Makassar |

Balikpapan | Pontianak |

 NTB | Padang |

Copyright © 2018 Syam Organizer – All right reserved